Dieng Plateau

Dieng Plateau atau Dataran tinggi Dieng terletak di dua kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara dan masuk di dua wilayah kecamatan Batur dan Kejajar. Di sebelah utara perbatasan dengan Kabupaten Kendal, sebelah barat laut berbatasan dengan kabupaten Pekalongan. Keadaan yang nyata bahwa daerah ini kaya akan flora dan fauna, prasarana alam, hutan , pertanian, kawah, telaga, berbagai kandungan mineral bumi, energy panas bumi serta budayanya.

Berkisar pada ketinggian antara 1.200-2.550 meter diatas permukaan laut. Dengan luas ±350 ha (60 km²) dan di aliran dua sungai kali serayu dan kali tulis. Temperatur rata-rata di siang hari adalah 18ᶹC bahkan pada musim kemarau (Juli-Agustus) di tengah malam hingga pagi hari suhunya mencapai -3ᶹC. Disaat inilah Dieng bersalju di pagi hari.

Ada sebuah cerita yang tidak sempat tercatat dalam sejarah terjadinya letusan gunung besar berapi di Dieng yang memuntahkan lahar dan berbagai bebatuan mineral serta gas alam ke berbagai arah. Letusan gunung berapi Dieng dapat dibuktikan dengan adanya bukit-bukit atau gunung-gunung kecil serta kawah air panas yang mengandung belerang di sekitar dataran tinggi Dieng. Kawah di Dieng yang mengandung belerang sebagai contoh adalah kawah sikidang

Kawah-kawah yang mati atau tidak aktif biasanya menjadi lubang besar yang menampung air dan terkadang muncul mata air yang memenuhi lubang kawah yang mati atau tidak aktif seperti Telaga Warna, T. pengilon, T. merdada, T.cebong, T.balekambang, T.nila, T.dlingo, T.swiwi, T.luwuk, T.lumut, T.bajing, T.siterus, dan T. sumurup.

Dalam pengembangannya lebih lanjut sekarang ini telah dilakukan kajian keilmuan yang meliputi kajian geologi, geokimia, dan geofisika untuk mengetahui informasi, potensi, serta prospek bawah permukaan. Pemanfaatan energy panas bumi di Dieng. Pengembangan panas bumi Dieng telah dilakukan sejak pemerintah Hindia Belanda tepatnya pada tahun 1918 telah dimulai penyelidikan potensi panas bumi Dieng. Tahun 1964/1965 UNESCO menetapkan Dieng merupakan salah satu sumber panas bumi yang memiliki prospek sangat bagus di Indonesia.

Pada tahun 1970 USGS melakukan survey geofisika dan melakukan pengeboran 6 sumur dangkal (kedalaman maksimal 150 m dengan temperature 92-173ᶹC pada tahun 1973). Tahun 1976-1994 pertamina telah menyelesaikan 27 sumur uji dan tahun 1993 menghasilkan listrik dengan mengoperasikan MONOBLOC POWER PLANT (2 MW). Dilanjutkan oleh HCE LTD (Himpunan California Energie) dengan pertamina telah megadakan JOC (kontrak operasi bersama).

Pada Th 1994 – 1996 dilakukan pengeboran 18 sumur terdiri dari 15 sumur produksi dan 3 re-injeksi. Dibangunnya jaringan pipa uap, separator, serta pusat pembangkit listrik tenaga panas bumi unit 1 dengan kapasitas 60 MW (mengoperasikan 6 sumur produksi dan 3 sumur re-injeksi).
Jumlah uap yang tersedia di kepala sumur sekitar ekuivalen 194 MW dengan kualitas sebagai berikut:

• Non Condensable gas antara 0,8 – 1.0 % berat.
• Suhu antara 200-300 ᶹC dengan tingkat basa rata-rata 60% air panas, 40% uap.

Power Plant Turbine yang digunakan adalah sebagai berikut:

Manufacture Ansaldo
Capacity 60 MW (terpasang)
Type KG 3 Double Flow 7 Stage Condensing Turbine
Inlet Temperatures 210 ᶹC
Inlet Pressure 5-12 Ata
Outlet Pressure 0.081 Ata
Stem Consumption 400 Kg/Hr

Sumur panas bumi dibor hingga kedalaman antara 1500 m – 2000 m dan cadangan uap panas bumi yang tersedia sekitar 280 – 340 MW. Indonesia yang merupakan daerah vulkanik memiliki potensi energy panas bumi besar. Berdasarkan penelitian jalur gunung yang berpotensi mengandung energi. Telah ditemukan lebih dari 200 titik daerah prospek panas bumi kecil/besar dan total potensi yang terkadung seluruhnya lebih dari 20.000 MW.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s