100% Wisata Dieng Aman Dikunjungi

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Wonosobo, M Aziz Wijaya mengatakan, pihaknya berani menjamin 100% bahwa kawasan wisata di dataran tinggi Dieng tidak terkena dampak dari bencana tersebut. Sebab, antara Dieng dengan lokasi kejadian gas beracun ini berjarak sekitar 20 kilometer.

“Dengan isu yang merebak tersebut sangat berdampak pada kunjungan wisata ke Dieng. Para wisatawan menjadi takut datang karena pemberitaan yang sensasional itu,” ungkapnya saat ditemui dalam kegiatan Visit Jateng 2013, belum lama ini.

Namun tidak itu saja, lanjut dia, isu dataran tinggi Dieng yang tak aman itu juga berdampak pada ekonomi masyarakat di sekitar kawasan. “Perekonomian mereka menjadi terganggu karena isu gas beracun tersebut,” tuturnya.

Jarak antara objek wisata Dieng dan Kawah Timbang cukup jauh, sekitar 20 kilometer. Dalam sejarah, gas beracun Kawah Timbang tidak akan sampai ke lokasi wisata.

Ketua Kelompok Sadar Wisata Dieng Kulon, Alif Faozi mengatakan, jarak luncur gas beracun saat ini hanya 500 meter dari bibir kawah. Kawasan Dieng sangat luas, mencakup tiga kabupaten.

“Sejumlah calon wisatawan yang sebelumnya merencanakan berkunjung ke Dieng, dan sudah memesan penginapan, akhirnya menunda kunjungan,” katanya saat ditemui di Pusat Informasi Pariwisata Dieng.

Sementara itu, Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Wonosobo menargetkan kunjungan wisata tahun 2013 ini meningkat hingga 10% dari 2012.

“Pada tahun 2010 kunjungan wisata di Wonosobo sebanyak 274.891 wisatawan, di tahun 2011 meningkat menjadi 290.174 pengunjung. Kenaikan drastis jumlah pengunjung terjadi di 2012 dengan 412.736 wisatawan. Maka itu, pada tahun 2013 ini kami berharap ada peningkatan jumlah pengunjung paling tidak 10% dari tahun sebelumnya,” jelas Aziz.

Lebih lanjut pihak dinas melalui program Visit Jateng 2013 ini akan berupaya untuk membenahi beberapa hal terkait obyek wisata di Wonosobo. Salah satunya perbaikan infrastruktur jalan menuju objek wisata.